• (0274) 514306
  • keperawatangigi@poltekkesjogja.ac.id

Prodi D III Keperawatan Gigi

Program  Studi  D III  Keperawatan  Gigi

 

Pendidikan Perawat Gigi di Indonesia disebut Sekolah Pengatur Rawat Gigi (SPRG) dimulai sejak tahun 1951 dengan diterbitkannya SK Menteri Kesehatan RI Tahun 1951 sedangkan di Yogyakarta dimulai tahun 1975. Pada saat itu jumlah dokter gigi di Indonesia sangat terbatas sehingga pelayanan kesehatan gigi merupakan pelayanan yang termasuk langka,  sulit diperoleh terutama di daerah pedesaan. Kurikulum pendidikan perawat gigi pada saat itu masih lebih banyak berorientasi pada aspek kuratif sekitar 60% praktek: 40% teori karena memang perawat gigi diperlukan untuk bekerja sebagai pengganti dokter gigi di daerah.

Sekitar tahun delapan puluhan terjadi perkembangan dimana jumlah dokter gigi yang dihasilkan semakin besar dan tersebar sampai di daerah. Perubahan terjadi dalam rangka mengantisipasi sistem Kesehatan Nasional yang menyebutkan bahwa tenaga kesehatan pada tahun 2000 akan ditingkatkan kualitasnya menjadi tenaga ahli madya yaitu dari  SLTA ditambah 3 tahun, sebagai hasilnya adalah ditingkatkannya jenjang pendidikan menengah (SPRG) menjadi program Diploma Kesehatan Gigi (AKG) untuk Yogyakarta dimulai tahun 1995 dengan menggunakan kurikulum pendidikan yang ditetapkan pada tahun 1997.

Pada tahun 1995 berdasar Surat Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor : HK.00.06.I.1.3345, Sekolah Pengatur Rawat Gigi Depkes Jogjakarta dikonversi menjadi Akademi Kesehatan Gigi (AKG) yang menyelenggarakan program Pendidikan D III Kesehatan Gigi. Peserta didik berasal dari perawat gigi yang sudah bekerja di pelayanan kesehatan. Mulai tahun ajaran 1988/ 1999 selain menerima peserta didik dari perawat gigi juga menerima peserta didik dari lulusan SMU.

Dengan ditetapkan  Surat Keputusan Kepala Pusat Pendidikan Tenaga Kesehatan Nomor : HK.00.06.I.3.3410 tentang berlakunya kurikulum dan pedoman penyelenggaraan pendidikan guru SPRG ke jenjang DIII Kesehatan Gigi, maka AKG DEPKES Jogjakarta ditunjuk sebagai penyelenggara program matrikulasi penyetaraan pendidikan guru SPRG ke jenjang D III Kesehatan Gigi dan pesertanya dari seluruh Indonesia.

Perkembangan selanjutnya program pendidikan Diploma Kesehatan Gigi untuk efisiensi dan efektifitas organisasi pendidikan dibawah Departemen Kesehatan harus berfungsi dengan pendidikan kesehatan yang lain di wilayah setempat maka terbentuklah Politeknik Kesehatan, untuk Daerah Istimewa Yogyakarta dimulai Tahun 2000 yang semula Akademi berubah menjadi Jurusan yang terdiri dari 6 (enam) Jurusan yakni Analis Kesehatan, Gizi, Kebidanan, Keperawatan, Kesehatan Gigi dan Kesehatan Lingkungan. Pada tahun 2011, Jurusan Kesehatan Gigi  berubah nama menjadi Jurusan Keperawatan Gigi.

Jurusan Keperawatan Gigi Poltekkes Kemenkes Yogyakarta terdiri dari dua Program Studi yaitu Program Studi Diploma III  (Prodi D III) dan Program Studi Diploma IV  (Prodi D IV).

Lulusan Prodi  D III menyandang gelar akademik Ahli Madya Keperawatan Gigi (A.Md.K.G)